Kabut Valentine’s Day

31 01 2011

Di bulan Februari tepatnya tanggal 14 februari, banyak anak-anak sekolah ikutan merayakan Valentine’s. Apaan tuh? Ada yang kirim-kiriman surat bersampul merah jambu, ada yang saling memberikan hadiah balon jambu, ada juga yang mengirim bingkisan dengan sampul jambu. Valentine’s Day akhirnya jadi kabut dosa yang menyelimuti para pecandunya. Kenapa jadi kabut,…..? Mau tahu? Yuk, simak penjelasan kak Wildan berikut :

Sejarah Valentine’s Day

Dari akar sejarahnya, hari Valentine’s berasal dari orang-orang Nasrani/Kristen. Munculnya peringatan itu adalah untuk mengenang tingkah seorang pendeta yang bernama St Valentine’s.  Ia adalah pendeta yang hidup pada zaman Kerajaan Romawi Kuno. Saat itu Raja menetapkan suatu undang-undang untuk para pemuda yang akan dijadikan serdadu tentara kerajaan, mereka harus membujang dan dilarang menikah. Nah, saat itu St Valentine’s, si pendeta Nasrani tersebut memberontak terhadap keputusan rajanya. Dengan diam-diam ia menikahkan sekelompok pemuda dikuil gerejanya. Perbutannya itu tercium oleh sang raja. Akhirnya benar-benar ketahuan bahwa dia telah membangkang ketentuan sang raja. Akhirnya St Valentine’s pun dihukum mati atas kelancangannya itu.

Hari kematian Valentine’s tepat pada tanggal 14 Februari, yang dalam perkembangannya, hari tersebut dirayakan sebagai hari Valentine’s yang merupakan budaya murni Nasrani. St Valentine’s dianggap sebagai pahlawan cinta, dimana para pemuda memperturutkan syahwat kepada lawan jenisnya.

Versi Lain Historisnya Valentine’s

Sejarah lain menyebutkan, bahwa pada zaman Romawi Kuno, masyarakat memiliki keyakinan  Paganisme, yaitu keyakinan menyembah dewa-dewi. Diantaranya mereka menyembah kepada Dewi Juna Februata, yaitu dewi yang mereka yakini sebagai penebar cinta dan kasih sayang. Pada tanggal 13 dan 14 para pemuda merayakannya dengan saling mencari pasangan. Waliyadzubillah. Jadi ini jelas kemungkaran yang nyata.

Jauhi Budaya Valentine’s

Setelah sobat tahu, bahwa Valentinan adalah budaya tulen orang kafir, maka ada beberapa kewajiban kita terhadap budaya jelek yang satu ini.

1. Tinggalkan acara/perayaan tersebut.

2. Jangan ikutan dalam bentuk apa pun, misal saling SMS :”Selamat Valentine’s, ya! atau berkirim kartu merah jambu, atau saling berkado dan lain-lainya.

3. Tanamkan dalam hati bahwa acara tersebut acara yang haram, karena itu acaranya orang kafir.

4. Ajak teman, saudara dan sanak kerabat untuk tidak merayakannya.

5. Bagi yang pernah merayakanya, bertaubat untuk tidak akan pernah lagi merayakannya.

Merenungi Fatwa Ulama Kita

Tentang peringatan Valentine’s Day, Ulama yang tergabung dalam Lajnah Daimah Kerajaan Saudi Arabia pernah ditanya, bagaimana hukumnya? Nah, ringkasannya begini, nih :

  1. Perayaan dalam Islam hanya ada dua, yaitu Iedul Fitri dan Iedul Adha. Selain keduanya tidak boleh dirayakan, karena Islam tidak mengajarkannya.
  2. Merayakan Valentine’s termasuk Tasyabuh (meniru) kepada orang Kafir, ikut-ikutan kepada mereka haram hukumnya.
  3. Valentine’s Day adalah hari penyembahan berhala atau penganggungan pendeta, maka tidak boleh sampai hari kiamat umat Islam ikut merayakannya.

Nah, jelas kan akhirnya, hati-hati dalam beramal ya.! Supaya amal itu tidak jadi kabut dosa yang menyelimuti diri kita semua. Valentine’s adalah kabut  hitam yang membahayakan!

 

Penulis : Al Ustadz Hadid Saiful Islam (Pimpinan Redaksi Majalah Wildan)

Artikel : http://www.majalah0wildan.wordpress.com


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: